Di
pagi yang cerah dan penuh semangat anak-anak juara Rumah Zakat cabang astana
anyar berbondong-bondong menuju masjid al mushola. Mesjid mungil yang selalu
dijadikan tempat pembinaan, karena tempatnya yang dekat dengan rumah mereka.
Masjid yang menjadi saksi bahwa ada anak-anak yang ingin berubah menjadi lebih
baik dan semangat dalam mengejar mimpi mereka, meskipun kondisi ekonomi dan
keluarga yang kurang mendukung.
Pagi
itu agenda pembinaan adalah berkunjung ke museum Sri Baduga. Hal ini bertujuan
untuk mengenalkan sejarah kebudayaan Jawa Barat yang saat ini sudah mulai
terlupakan. Selain itu agenda pembinaan ini pun bertujuan sebagai refreshing
setelah ujian akhir semester (UAS) di sekolah.
Kegiatan
awal berdasarkan jarkom dimulai dari jam 7.00 dan ternyata adik-adik binaan
belum ada yang datang satu pun. Jam 8.00 baru ada empat orang. Jam 9.00 jumlah
anak bertambah menjadi delapan orang. Jam molor dan kegiatan dimulai jam
10.00 dengan jumlah yang ikuti ada tiga belas anak juara. Agenda awal
pengarahan dari korwil mengenai pengumuman outing class bulan depan,
rapot, suara hati, penyaluran beasiswa dan agenda pagi itu.
Penyaluran
beasiswa dilakukan sebelum pergi ke museum agar lebih aman dan tertib. Setelah
itu adik-adik dan mentor melaksanakan sarapan bersama agar selama diperjalanan tetap semangat.
Sebelum pergi kami melakukan doa dengan harapan selama perjalanan di lancarkan
dan diberikan keberkahan dalam agenda pagi itu.
Kami
berjalam kaki menuju museum Sri Baduga. Selama perjalanan adik-adik dibekali
keresek yang berfungsi untuk tempat sampah yang ditemukan selama perjalanan.
Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan cinta kebersihan pada
lingkungan dan membiasakan budaya buang sampah pada tempatnya.
Museum
Sri Baduga berdiri 5 juli 1980 oleh menteri pendidikan dan kebudayaan yang pada
saat itu Dr.Daud Yusuf. Museum Sri Baduga berubah nama menjadi Museum Negeri
Propinsi Jawa Barat Sri Baduga pada tahun 1990. Nama museum Sri Baduga diambil
dari nama raja Pajajran yang bernama Sri Baduga Maha Raja Haji 1 Pakwan
Pajajaran Sri Ratu.
Museum
Sri Baduga saat ini lebih lengkap dan pengunjungnya pun semakin ramai. Harga
tiket untuk memasuki museum Sri Baduga terdiri dari dua golongan, untuk
anak-anak Rp 1500 dan untuk dewasa Rp 2500.
Pembinaan
bulan ini memang berbeda dari pembinaan biasanya yang hanya di masjid. Terlihat
anak-anak juara menikmati dan senang dengan kegiatan pembinaan bulan ini,
meskipun mereka harus kepanasan dan lelah karena berjalan dari masjid Al
Mushola sampai museum Sri Baduga yang jaraknya sekitar tiga kilometer. Hal ini
pun diungkapkan oleh salahsatu adik juara Leni Yuliani kelas X, “Pembinaan
bulan ini lebih rame, lebih mengenal satu dengan yang lainnya, menambah
pengetahuan mengenai sejarah Jawa Barat dan semakin menumbuhkan cinta pada
lingkungan.”