Monday, June 17, 2013

Go Museum Sri Baduga..


    Di pagi yang cerah dan penuh semangat anak-anak juara Rumah Zakat cabang astana anyar berbondong-bondong menuju masjid al mushola. Mesjid mungil yang selalu dijadikan tempat pembinaan, karena tempatnya yang dekat dengan rumah mereka. Masjid yang menjadi saksi bahwa ada anak-anak yang ingin berubah menjadi lebih baik dan semangat dalam mengejar mimpi mereka, meskipun kondisi ekonomi dan keluarga yang kurang mendukung.

Pagi itu agenda pembinaan adalah berkunjung ke museum Sri Baduga. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah kebudayaan Jawa Barat yang saat ini sudah mulai terlupakan. Selain itu agenda pembinaan ini pun bertujuan sebagai refreshing setelah ujian akhir semester (UAS) di sekolah.

Kegiatan awal berdasarkan jarkom dimulai dari jam 7.00 dan ternyata adik-adik binaan belum ada yang datang satu pun. Jam 8.00 baru ada empat orang. Jam 9.00 jumlah anak bertambah menjadi delapan orang. Jam molor dan kegiatan dimulai jam 10.00 dengan jumlah yang ikuti ada tiga belas anak juara. Agenda awal pengarahan dari korwil mengenai pengumuman outing class bulan depan, rapot, suara hati, penyaluran beasiswa dan agenda pagi itu.  

Penyaluran beasiswa dilakukan sebelum pergi ke museum agar lebih aman dan tertib. Setelah itu adik-adik dan mentor melaksanakan sarapan bersama  agar selama diperjalanan tetap semangat. Sebelum pergi kami melakukan doa dengan harapan selama perjalanan di lancarkan dan diberikan keberkahan dalam agenda pagi itu.

Kami berjalam kaki menuju museum Sri Baduga. Selama perjalanan adik-adik dibekali keresek yang berfungsi untuk tempat sampah yang ditemukan selama perjalanan. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan cinta kebersihan pada lingkungan dan membiasakan budaya buang sampah pada tempatnya.

Museum Sri Baduga berdiri 5 juli 1980 oleh menteri pendidikan dan kebudayaan yang pada saat itu Dr.Daud Yusuf. Museum Sri Baduga berubah nama menjadi Museum Negeri Propinsi Jawa Barat Sri Baduga pada tahun 1990. Nama museum Sri Baduga diambil dari nama raja Pajajran yang bernama Sri Baduga Maha Raja Haji 1 Pakwan Pajajaran Sri Ratu.

Museum Sri Baduga saat ini lebih lengkap dan pengunjungnya pun semakin ramai. Harga tiket untuk memasuki museum Sri Baduga terdiri dari dua golongan, untuk anak-anak Rp 1500 dan untuk dewasa Rp 2500.

Pembinaan bulan ini memang berbeda dari pembinaan biasanya yang hanya di masjid. Terlihat anak-anak juara menikmati dan senang dengan kegiatan pembinaan bulan ini, meskipun mereka harus kepanasan dan lelah karena berjalan dari masjid Al Mushola sampai museum Sri Baduga yang jaraknya sekitar tiga kilometer. Hal ini pun diungkapkan oleh salahsatu adik juara Leni Yuliani kelas X, “Pembinaan bulan ini lebih rame, lebih mengenal satu dengan yang lainnya, menambah pengetahuan mengenai sejarah Jawa Barat dan semakin menumbuhkan cinta pada lingkungan.”

   
  




No comments:

Post a Comment